Jumat, 02 September 2016

Solidaritas Masyarakat Desa Plosokandang



SOLIDARITAS MASYARAKAT DESA PLOSOKANDANG



Solidaritas adalah hal yang sering dibicarakan oleh banyak orang dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam hidup bermasyarakat kita tak akan pernah terlepas dari yang namanya solidaritas. Salah satu bentuk solidaritas bermasyarakat adalah saling tolong menolong, berbuat baik kesemua masyarakat dan bersatu.

Manusia pada hakikatnya adalah makhluk sosial yang sangat membutuhkan orang lain disekitarnya. Mengacu pada negara Indonesia yang mempunyai budaya beraneka ragam, agama yang diakui dan suku yang bermacam-macam, berbicara tentang solidaritas antar umat manusia rasanya sudah biasa. Solidaritas yang pada umumnya adalah kata yang dipakai untuk mempersatukan dan menyamakan perbedaan disekeliling kitapun sudah mulai pudar. Perpecahan diantara umat manusia semakin bertambah banyak jika tidak ada solidaritas yang dimulai dari dalam diri. Perasaan solidaritas, senasib, setia, sifat satu rasa yang solider diberbagai macam kalangan, sangat minim dan banyak dilupakan demi kepuasan diri sendiri atas kepentingan pribadi.

Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timur menempati suatu pusat dari daerah pertanian dengan adat-istiadat yang bercorak kedesaan dan serba sederhana. Tepatnya pada Desa Plosokandang Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung dalam melakukan kegiatan sosial, masyarakat desa masih memegang teguh rasa solidaritas dan gotong royong, sebagai contoh, apabila ada kematian, kelahiran dan orang sakit, tetangga-tetangga di desa akan antusias mendatangi yang bersangkutan tersebut sebagai rasa solidaritasnya, atau adanya iuran duka dan bencana apabila ada warga yang mengalami kejadian menyedihkan, maka secara otomatis dengan dikoordinasi oleh masing-masing ketua Rukun Tetangga mereka akan memberi sumbangan seikhlasnya, serta adanya ikut campur masyarakat desa apabila ada warganya yang akan membangunan rumah, dan pembersihan lingkungan.

Desa Plosokandang adalah salah satu desa didaerah Tulungagung. Di Desa Plosokandang terdapat Universitas terbaik Sekarisidenan Kediri yaitu IAIN Tulungagung, sehingga di desa ini terdapat banyak pendatang dari daerah lain bahkan ada yang dari luar negeri tepatnya dari Thailan. Disinilah peran masyarakat desa harus membangun solidaritas dengan para pendatang yang mayoritas sedang menjalankan studi di IAIN Tulungagung. Salah satu bentuk solidaritas warga desa adalah ketika kemaren terjadi kasus curamor yang menjadi korban adalah mahasiswa, para warga desa membantu kasus tersebut dengan cara mencari semaksimal mungkin pencuri motor tersebut dan dengan melaporkannya kepihak yang berwajib. Salah satu bentuk solidaritas lagi yaitu kasus mahasiswa dan mahasiswi yang berbuat hal senono, solidaritas warga yaitu dengan menyidang keduanya dan memberitahukan kepada orang tua mereka dan diberi teguran. Itu tadi beberapa bentuk solidaritas warga terhadap pendatang.

Solidaritas antar manusia sudah harus diterapkan dari semenjak dini. Mengingat pentingnya solidaritas yang mengatasnamakan perbedaan dapat memperkaya budaya dan persatuan, maka solidaritas harus diusahakan dan dipertahankan. Cara untuk membangun solidaritas dari yang paling sederhana adalah menghormati orang yang sedang beribadah, mengucapkan selamat kepada orang yang merayakan hari raya, dan tidak memilih-milih teman. Saling menghargai terhadap orang yang berbeda kepercayaan dan status, juga sangat ditekankan dalam hal solidaritas. Kesadaran dari dalam diri setiap manusia juga merupakan salah satu faktor yang paling penting untuk menciptakan solidaritas.

Di Desa Plosokandang salah satu bentuk solidaritas yang ditanamkan sejak dini adalah setiap anak-anak yang belajar di Taman Kanak-kanak di desa ini sudah diajarkan tolong menolong, membersihkan lingkungan dan ikut berpartisipasi di kegiatan desa contohnya seperti keikutsertaan anak-anak dalam kegiatan Agustusan dan kegiatan di bulan suci Ramadhan.

Solidaritas di desa ini sangatlah kuat berikut bentuk-bentuk solidaritas di desa Plosokandang. Ketika salah satu warga ada yang memiliki hajat seperti nikahan atau khitanan, tetangga desa bahkan hampir separuh warga desa akan berbaur dan membantu warga yang memiliki hajat tersebut, membantu berupa materi dan tenaga. Begitu juga ketika ada warga yang berduka maka tetangga atau warga desa akan datang dan membantu berupa uang duka dan tenaga bila dibutukan secara suka rela, dan malam harinya warga akan datang lagi untuk memberikan do’a kepada jenazah.

Ketika salah satu warga ada yang mengalami musibah berupa kecurian, seperti kecurian motor maka warga desa akan berdatangan kerumah korban dan merembugkan masalah tersebut dan mencari keonologi masalahnya, setelah itu para warga akan melapor kepada pihak yang berwajib dan saat itu juga warga tetap akan membantu pihak yang berwajib dalam pencarian pencuri hingga pencuri tersebut ketemu. Solidaritas warga tidak hanya sampai disini, setelah sang pencuri ketemu warga akan berusaha mengadili, ada sebagian warga yang tidak bisa mengontrol emosi dan mengadilinya dengan cara menghajar pencuri tersebut dan ada yang mengadili dengan cara membawa kasus ini kepengadilan dan menghukum pencuri dengan hukuman setimpal. Setelah masalah itu selesai salah satu keluarga perangkat desa akan memberikan himbauan kepada seluruh warga masyarakat agar lebih berhati-hati dan selalu waspada. Tetapi apabila kasus tersebut tidak dapat diselesaikan seperti sang pencuri tidak ditemukan maka seluruh warga partisipasi mengumpulan uang duka bagi korban untuk meringankan beban sang korban dan akan lebih menjaga keamanan desa dengan ketat.

Solidaritas warga desa juga ditunjukkan lewat pelestarian dan penjagaan lingkungan. Setiap hari yang ditentukan oleh desa ada kegiatan bersih desa, dikegiatan ini seluruh warga desa baik warga desa asli maupun warga pendatang akan ikut berbaur dan bergotong royong untuk membersihkan desa. Setiap ketua Rukun Tetangga akan menggerakkan warganya untuk membersihkan dan memperindah daerah atau lingkungannya masing-masing. Dan antusias wargapun sangat baik, para warga ikut berbaur dan berpastisipasi seperti membersihkan selokan, mencabut atau memotong rumput dan membuang sampah pada tempatnya. Solidaritas dalam membersihkan dan memperindah lingkungan juga ditunjukkan warga ketika memperingati HUT RI setiap tahunnya, disetiap jalan di daerah Plosokandang dipenuhi bendera dan disepanjang jalan dipasang lampion hingga desa terlihat rapi dan indah.

Hal-hal tersebut adalah sedikit dari contoh solidaritas yang ditunjukkan warga Plosokandang. Solidaritas mungkin merupakan hal yang sangat mudah dilakukan oleh banyak orang, tetapi setelah kita mengerti betapa pentingnya solidaritas itu dikehidupan kita, sudah selayaknya kita mengusahakan agar solidaritas itu tetap ada dan tidak hilang. Faktor-faktor yang mendukung adanya solidaritas dari dalam diri hendaknya ditumbuh kembangkan menjadi suatu kebiasaan yang positif. Solidaritas tidak hanya sebatas teori saja yang memiliki tujuan dan peranan penting dalam kehidupan setiap orang, melainkan juga suatu praktik yang bersifat rendah hati, tulus dari dalam diri dan terus-menerus.

Solidaritas itu penting karena sangat mempengaruhi perubahan sosial budaya. Perubahan sosial yang mencakup sikap setiap orang dan kondisi suatu lingkungan yang didominasi oleh perbedaan, dan perbedaan budaya yang menyebabkan solidaritas itu sendiri hilang seiring berjalannya waktu, dari generasi ke generasi karena tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari ketika menghadapi perbedaan. Menciptakan keadaan sosial yang teratur dan satu, merupakan tujuan dari solidaritas. Perbedaan yang ada disekitar kita bukan untuk ditertawakan dan diasingkan, namun disitulah peran penting solidaritas, yaitu menyamakan dan mempersatukan perasaan toleransi. Peran penting solidaritas dapat diukur keberhasilannya jika solidaritas dapat menciptakan kesatuan dan kesamaan perjuangan dalam masyarakat.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar