SOLIDARITAS MASYARAKAT DESA PLOSOKANDANG
Solidaritas adalah hal yang sering dibicarakan oleh banyak
orang dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam hidup bermasyarakat kita tak akan
pernah terlepas dari yang namanya solidaritas. Salah satu bentuk solidaritas
bermasyarakat adalah saling tolong menolong, berbuat baik kesemua masyarakat
dan bersatu.
Manusia pada hakikatnya adalah makhluk sosial yang sangat
membutuhkan orang lain disekitarnya. Mengacu pada negara Indonesia yang
mempunyai budaya beraneka ragam, agama yang diakui dan suku yang
bermacam-macam, berbicara tentang solidaritas antar umat manusia rasanya sudah
biasa. Solidaritas yang pada umumnya adalah kata yang dipakai untuk
mempersatukan dan menyamakan perbedaan disekeliling kitapun sudah mulai pudar.
Perpecahan diantara umat manusia semakin bertambah banyak jika tidak ada
solidaritas yang dimulai dari dalam diri. Perasaan solidaritas, senasib, setia,
sifat satu rasa yang solider diberbagai macam kalangan, sangat minim dan banyak
dilupakan demi kepuasan diri sendiri atas kepentingan pribadi.
Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timur menempati suatu
pusat dari daerah pertanian dengan adat-istiadat yang bercorak kedesaan dan
serba sederhana. Tepatnya pada Desa Plosokandang Kecamatan Kedungwaru Kabupaten
Tulungagung dalam melakukan kegiatan sosial, masyarakat desa masih memegang
teguh rasa solidaritas dan gotong royong, sebagai contoh, apabila ada kematian,
kelahiran dan orang sakit, tetangga-tetangga di desa akan antusias mendatangi
yang bersangkutan tersebut sebagai rasa solidaritasnya, atau adanya iuran duka
dan bencana apabila ada warga yang mengalami kejadian menyedihkan, maka secara
otomatis dengan dikoordinasi oleh masing-masing ketua Rukun Tetangga mereka
akan memberi sumbangan seikhlasnya, serta adanya ikut campur masyarakat desa
apabila ada warganya yang akan membangunan rumah, dan pembersihan lingkungan.
Desa Plosokandang adalah salah satu desa didaerah
Tulungagung. Di Desa Plosokandang terdapat Universitas terbaik Sekarisidenan
Kediri yaitu IAIN Tulungagung, sehingga di desa ini terdapat banyak pendatang
dari daerah lain bahkan ada yang dari luar negeri tepatnya dari Thailan.
Disinilah peran masyarakat desa harus membangun solidaritas dengan para
pendatang yang mayoritas sedang menjalankan studi di IAIN Tulungagung. Salah
satu bentuk solidaritas warga desa adalah ketika kemaren terjadi kasus curamor
yang menjadi korban adalah mahasiswa, para warga desa membantu kasus tersebut
dengan cara mencari semaksimal mungkin pencuri motor tersebut dan dengan
melaporkannya kepihak yang berwajib. Salah satu bentuk solidaritas lagi yaitu
kasus mahasiswa dan mahasiswi yang berbuat hal senono, solidaritas warga yaitu
dengan menyidang keduanya dan memberitahukan kepada orang tua mereka dan diberi
teguran. Itu tadi beberapa bentuk solidaritas warga terhadap pendatang.
Solidaritas antar manusia sudah harus diterapkan dari
semenjak dini. Mengingat pentingnya solidaritas yang mengatasnamakan perbedaan
dapat memperkaya budaya dan persatuan, maka solidaritas harus diusahakan dan
dipertahankan. Cara untuk membangun solidaritas dari yang paling sederhana
adalah menghormati orang yang sedang beribadah, mengucapkan selamat kepada
orang yang merayakan hari raya, dan tidak memilih-milih teman. Saling
menghargai terhadap orang yang berbeda kepercayaan dan status, juga sangat
ditekankan dalam hal solidaritas. Kesadaran dari dalam diri setiap manusia juga
merupakan salah satu faktor yang paling penting untuk menciptakan solidaritas.
Di Desa Plosokandang salah satu bentuk solidaritas yang
ditanamkan sejak dini adalah setiap anak-anak yang belajar di Taman Kanak-kanak
di desa ini sudah diajarkan tolong menolong, membersihkan lingkungan dan ikut
berpartisipasi di kegiatan desa contohnya seperti keikutsertaan anak-anak dalam
kegiatan Agustusan dan kegiatan di bulan suci Ramadhan.
Solidaritas di desa ini sangatlah kuat berikut bentuk-bentuk
solidaritas di desa Plosokandang. Ketika salah satu warga ada yang memiliki
hajat seperti nikahan atau khitanan, tetangga desa bahkan hampir separuh warga
desa akan berbaur dan membantu warga yang memiliki hajat tersebut, membantu
berupa materi dan tenaga. Begitu juga ketika ada warga yang berduka maka
tetangga atau warga desa akan datang dan membantu berupa uang duka dan tenaga
bila dibutukan secara suka rela, dan malam harinya warga akan datang lagi untuk
memberikan do’a kepada jenazah.
Ketika salah satu warga ada yang mengalami musibah berupa
kecurian, seperti kecurian motor maka warga desa akan berdatangan kerumah
korban dan merembugkan masalah tersebut dan mencari keonologi masalahnya,
setelah itu para warga akan melapor kepada pihak yang berwajib dan saat itu juga
warga tetap akan membantu pihak yang berwajib dalam pencarian pencuri hingga
pencuri tersebut ketemu. Solidaritas warga tidak hanya sampai disini, setelah
sang pencuri ketemu warga akan berusaha mengadili, ada sebagian warga yang
tidak bisa mengontrol emosi dan mengadilinya dengan cara menghajar pencuri
tersebut dan ada yang mengadili dengan cara membawa kasus ini kepengadilan dan
menghukum pencuri dengan hukuman setimpal. Setelah masalah itu selesai salah
satu keluarga perangkat desa akan memberikan himbauan kepada seluruh warga
masyarakat agar lebih berhati-hati dan selalu waspada. Tetapi apabila kasus
tersebut tidak dapat diselesaikan seperti sang pencuri tidak ditemukan maka seluruh
warga partisipasi mengumpulan uang duka bagi korban untuk meringankan beban
sang korban dan akan lebih menjaga keamanan desa dengan ketat.
Solidaritas warga desa juga ditunjukkan lewat pelestarian
dan penjagaan lingkungan. Setiap hari yang ditentukan oleh desa ada kegiatan
bersih desa, dikegiatan ini seluruh warga desa baik warga desa asli maupun
warga pendatang akan ikut berbaur dan bergotong royong untuk membersihkan desa.
Setiap ketua Rukun Tetangga akan menggerakkan warganya untuk membersihkan dan
memperindah daerah atau lingkungannya masing-masing. Dan antusias wargapun
sangat baik, para warga ikut berbaur dan berpastisipasi seperti membersihkan
selokan, mencabut atau memotong rumput dan membuang sampah pada tempatnya.
Solidaritas dalam membersihkan dan memperindah lingkungan juga ditunjukkan
warga ketika memperingati HUT RI setiap tahunnya, disetiap jalan di daerah
Plosokandang dipenuhi bendera dan disepanjang jalan dipasang lampion hingga
desa terlihat rapi dan indah.
Hal-hal tersebut adalah sedikit dari contoh solidaritas yang
ditunjukkan warga Plosokandang. Solidaritas mungkin merupakan hal yang sangat
mudah dilakukan oleh banyak orang, tetapi setelah kita mengerti betapa pentingnya
solidaritas itu dikehidupan kita, sudah selayaknya kita mengusahakan agar
solidaritas itu tetap ada dan tidak hilang. Faktor-faktor yang mendukung adanya
solidaritas dari dalam diri hendaknya ditumbuh kembangkan menjadi suatu
kebiasaan yang positif. Solidaritas tidak hanya sebatas teori saja yang
memiliki tujuan dan peranan penting dalam kehidupan setiap orang, melainkan
juga suatu praktik yang bersifat rendah hati, tulus dari dalam diri dan
terus-menerus.
Solidaritas itu penting karena sangat mempengaruhi perubahan
sosial budaya. Perubahan sosial yang mencakup sikap setiap orang dan kondisi
suatu lingkungan yang didominasi oleh perbedaan, dan perbedaan budaya yang
menyebabkan solidaritas itu sendiri hilang seiring berjalannya waktu, dari
generasi ke generasi karena tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari ketika
menghadapi perbedaan. Menciptakan keadaan sosial yang teratur dan satu,
merupakan tujuan dari solidaritas. Perbedaan yang ada disekitar kita bukan
untuk ditertawakan dan diasingkan, namun disitulah peran penting solidaritas,
yaitu menyamakan dan mempersatukan perasaan toleransi. Peran penting
solidaritas dapat diukur keberhasilannya jika solidaritas dapat menciptakan
kesatuan dan kesamaan perjuangan dalam masyarakat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar