Senin, 10 Oktober 2016

LEMBAGA MASYARAKAT

LEMBAGA MASYARAKAT
(GROUP SHOLAWAT AN-NISA’UL JANNAH)
PLOSOKANDANG


Sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bermasyarakat. Untuk membentuk suatu masyarakat yang terarah, tidak menyimpang dan sesuai dengan tatanan hidup yang sesuai dengan adat dan aturan yang berlaku, maka dalam beraktifitas manusia membutuhkan suatu aturan yang berisi nilai dan norma. Aturan, nilai dan norma-norma yang berada dalam masyarakat dan mengatur segala aktifitasnya disebut dengan lembaga kemasyarakatan (sosial).
Lembaga kemasyarakatan mempunyai peran penting dalam kehidupan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, agar diperoleh keteraturan dalam masyarakat. Dalam lembaga kemasyarakatan akan dianggap berlaku apabila norma-normanya dapat membantu pelaksanaan proses pembentukan masyarakat yang sejahtera.
Lembaga kemasyarakatan juga diartikan sebagai pranata sosial, hal ini dikarenakan mengatur perilaku para anggota masyarakat. Menurut Koentjoroningrat, lembaga kemasyarakatan adalah suatu norma khusus yang menata suatu tindakan yang berpola untuk keperluan bagi manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan kata lain lembaga adalah proses yang terstruktur (tersusun) untuk melaksanakan berbagai kegiatan dengan norma tertentu.
Fungsi lembaga kemasyarakatan adalah memberikan pedoman kepada anggota masyarakat untuk mengadakan system pengendalian sosial dan bagaimana mereka harus bersikap atau bertingkah laku dalam menghadapi masalah-masalah yang muncul atau berkembang dilingkungan masyarakat dan menjaga keutuhan masyarakat yang bersangkutan.
Terbentuknya lembaga kemasyarakatan bermula dari kebutuhan masyarakat akan keteraturan kehidupan bersama. Kemasyarakatan tumbuh karena manusia memerlukan keteraturan. Untuk mendapatkan keteraturan dibutuhkan norma-norma dalam masyarakat. Banyak sedikitnya suatu lembaga kemasyarakatan dalam masyarakat tergantung pada keadaan suatu masyarakat itu sendiri. Semakin kompleks suatu masyarakat itu maka lembaga kemasyarakat akan semakin banyak.
Di desa Plosokandang ada sebuah lembaga masyarakat yang di buat oleh para remaja putrid dan remaja putra. Lembaga ini adalah group sholawat naungan mushola Al-Ikhlas desa Plosokandang. An-Nis’aul Jannah adalah lembaga masyarakat atau group sholawat putri satu-satunya yang ada di Plosokandang, sedangkan Alfas Salam adalah group sholawat putra. Kedua group sholawat itu berada dalam naungan mushola Al-Ikhlas lebih tepatnya dikelola oleh Bapak Matori.
Tujuan di buatnya group sholawat ini adalah agar para pemuda dan pemudi lebih mengenal agama dan mampu melantunkan sholawat Nabi melalui syair lagu sholawat, menjadikan para pemuda dan pemudi untuk lebih berkreasi atau mengasah keahlian sesuai bakat dan kemampuan. Dan lembaga ini juga memiliki misi agar para pemuda dan pemudi bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin dengan mengikuti kegiatan yang positif dan selalu berada dijalan yang benar. Selain itu group sholawat ini memiliki visi memperkuat tali persaudaraan antara pemuda dan pemudi. Tidak hanya pemuda dan pemudi warga Plosokandang saja akan tetapi lembaga sholawat ini juga diikuti pemuda pemudi dari berbagai daerah, contohnya dari desa Wonorejo, Bendiljati, Serut, Tunggulsari, Tanjungsari, Sumberdadi, dan masih banyak lagi.
Lembaga ini disambut positif oleh masyarakat, karena dinilai masyarakat membawa dampak positif bagi putra putri dan lingkungan mereka. Para anggota lembaga ini tidak memandang usia, daerah, dan faktor lainnya. Dari yang masih sekolah dasar bahkan yang sudah kuliah mengikuti lembaga ini, bahkan bapak-bapak yang sudah berkeluargapun juga mengikuti lembaga ini. Antusias para anggota sangatlah bagus sehingga menjadikan tali silaturrahmi antara masyarakat semakin terjalin erat.
Seperti lembaga masyarakat lainnya lembaga ini khususnya group sholawat An-Nisa’ul Jannah memiliki struktur lembaga yaitu terdiri dari ketua, wakil ketua, bendahara, sekretaris, ketua atau CO masing-masing bidang, dan anggota. Lembaga ini terbentuk tahun 2013, awal terbentuknya lembaga ini adalah berawal dari ide salah satu pemudi desa Plosokandang yang terinspirasi dari group sholawat putra Alfas Salam, karena Alfas Salam terbentuk lebih dahulu sebelum An-Nisa’ul Jannah. Kemudia pemudi itu meminta izin pengurus sholawat Alfas Salam yang juga sebagai nadzir mushola Al-Ikhlas untuk membentuk sebuah group sholawat putri, dan pengurus itu menyambut itikad baik itu dan mau menerima dan membentuk group sholawat putri. Awal mulanya hanya para pemudi dari daerah Plosokandang yang mengikuti lembaga tersebut dan itupun jumlahnya belum terlalu banyak, akan tetapi lambat laun lembaga ini terdengar ditelinga para pemudi dari daerah lain sehingga banyak yang datang untuk mengikuti lembaga tersebut. Hingga dipertengahan tahun 2013 telah terkumpul kurang lebih 30 anggota, dan disitulah mulai dibentuk nama anggota, struktur lembaga, dan kegiatan lembaga juga terbentuk logo lembaga.
Telah disepakati bahwa group sholawat putri tersebut dinamai dengan nama An-Nisa’ul Jannah yang artinya wanita penghuni surga, dan nama itupun disepakati oleh semua anggota begitu juga oleh pengurus mushola Al-Ikhlas. Kemudia dibentuk struktur lembaga yang bertahan sampai sekarang yaitu Nofita pemudi desa Plosokandang seabagai Ketua, Rina Rohmayani seabagai wakil ketua pemudi dari desa Bendiljati Kulon, Iin Khoiriyah pemudi Sumberdadi sebagai sekretaris, dan Nur Jannah dari desa Kalidawir sebagai bendahara. Dan disini saya sebagai Ketua atau CO bagian vokal, dan lainnya sebagai anggota. Fasilitas yang dimilki group sholawat ini cukup dijamin oleh pengurus lembaga yaitu disediakan peralatan tabuh seperti terbang, bas, chalty, keplek dan lain sebagainya. Juga tersedia sound system yang cukup lengkap yaitu mic dan sound yang bagus. Group sholawat ini juga telah memilki seragam baik putra dan putri. Baik dari perlengkapan dan kebutuhan sudah dijamin oleh pengurus lembaga.
Permulaan kegiatan lembaga ini sangatlah sederhana yaitu setiap hari minggu pagi dan jumat sore semua anggota datang ke markas yaitu di mushola Al-Ikhlas untuk melakukan latihan, ada dua bagian yaitu ada yang terfokus latihan terbang (tabuhan rebana) dan ada juga yang terfokus dalam vokal. Dari masing-masing bagian ada pelatihnya sendiri-sendiri, disini pelatih diambil dari group sholawat putra yang sudah ahli dalam bidangnya masing-masing. Latihan yang dijalani hingga semua anggota mampu berdiri sendiri tanpa pendamping atau pelatih itu memakan waktu hamper satu tahun. Setelah dikatakan mampu maka dibuatlah agenda kegiatan untuk group sholawat putri ini. Pertama diadakan rutinan setiap dua minggu sekali dirumah para anggota yang nanti akan digilir urutannya, dan latihan di markas akan tetap ada setiap seminggu sekali. Memenuhi undangan dari berbagai acara seperti walimah, aqiqah, hajatan dan lain sebagainya. Setiap satu bulan sekali mengadakat kegiatan sosial seperti berkunjung ke panti asuhan, mengumpulkan sumbangan, dan lain sebagainya. Ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang diadakan oleh lingkungan. Dan ikut berpartisipasi sebagai panitia dalam kegiatan yang diadakan oleh lembaga atau mushola Al-Ikhlas seperti acara isro’ mi’roj dan maulid Nabi. Mengisi acra dalam pengajian rutinan Umi Fairus yang diadakan oleh mushola setiap jumat legi.

Dari tahun ketahun group sholawat ini semakin dikenal oleh masyarakat dan semakin mendapat respon positif, bisa dilihat dari antusias pemudi yang semakin banyak berdatangan untuk mengikuti lembaga ini, dan semakin banyak undangan-undangan dari masyarakat yang memilki hajat. Dan banyak pula masyarakat yang memberikan atau membelikan fasilitas yang lembaga ini butuhkan seperti halnya ada yang membelikan tiga set terbang (alat tabuh reabana), ada yang membelikan atau membuatkan seragam untuk lembaga ini. Group sholawat An-Nisa’ul Jannah ini memberikan dampak positif bagi anggotanya dan memberikan pengalaman-pengalaman baru yang menyenangkan dan yang memberikan arti bagi bermasyarakat, beragama, bersaudara, dan berkeluarga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar