LEMBAGA MASYARAKAT
(GROUP SHOLAWAT AN-NISA’UL JANNAH)
PLOSOKANDANG
Sebagai makhluk sosial, manusia
selalu hidup bermasyarakat. Untuk membentuk suatu masyarakat yang terarah,
tidak menyimpang dan sesuai dengan tatanan hidup yang sesuai dengan adat dan aturan
yang berlaku, maka dalam beraktifitas manusia membutuhkan suatu aturan yang
berisi nilai dan norma. Aturan, nilai dan norma-norma yang berada dalam
masyarakat dan mengatur segala aktifitasnya disebut dengan lembaga
kemasyarakatan (sosial).
Lembaga kemasyarakatan mempunyai
peran penting dalam kehidupan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, agar
diperoleh keteraturan dalam masyarakat. Dalam lembaga kemasyarakatan akan
dianggap berlaku apabila norma-normanya dapat membantu pelaksanaan proses
pembentukan masyarakat yang sejahtera.
Lembaga kemasyarakatan juga diartikan
sebagai pranata sosial, hal ini dikarenakan mengatur perilaku para anggota
masyarakat. Menurut Koentjoroningrat, lembaga kemasyarakatan adalah suatu norma
khusus yang menata suatu tindakan yang berpola untuk keperluan bagi manusia
dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan kata lain lembaga adalah proses yang
terstruktur (tersusun) untuk melaksanakan berbagai kegiatan dengan norma
tertentu.
Fungsi lembaga kemasyarakatan adalah
memberikan pedoman kepada anggota masyarakat untuk mengadakan system
pengendalian sosial dan bagaimana mereka harus bersikap atau bertingkah laku
dalam menghadapi masalah-masalah yang muncul atau berkembang dilingkungan
masyarakat dan menjaga keutuhan masyarakat yang bersangkutan.
Terbentuknya lembaga kemasyarakatan
bermula dari kebutuhan masyarakat akan keteraturan kehidupan bersama.
Kemasyarakatan tumbuh karena manusia memerlukan keteraturan. Untuk mendapatkan
keteraturan dibutuhkan norma-norma dalam masyarakat. Banyak sedikitnya suatu
lembaga kemasyarakatan dalam masyarakat tergantung pada keadaan suatu
masyarakat itu sendiri. Semakin kompleks suatu masyarakat itu maka lembaga
kemasyarakat akan semakin banyak.
Di desa Plosokandang ada sebuah
lembaga masyarakat yang di buat oleh para remaja putrid dan remaja putra.
Lembaga ini adalah group sholawat naungan mushola Al-Ikhlas desa Plosokandang. An-Nis’aul
Jannah adalah lembaga masyarakat atau group sholawat putri satu-satunya yang
ada di Plosokandang, sedangkan Alfas Salam adalah group sholawat putra. Kedua
group sholawat itu berada dalam naungan mushola Al-Ikhlas lebih tepatnya
dikelola oleh Bapak Matori.
Tujuan di buatnya group sholawat ini
adalah agar para pemuda dan pemudi lebih mengenal agama dan mampu melantunkan
sholawat Nabi melalui syair lagu sholawat, menjadikan para pemuda dan pemudi
untuk lebih berkreasi atau mengasah keahlian sesuai bakat dan kemampuan. Dan
lembaga ini juga memiliki misi agar para pemuda dan pemudi bisa memanfaatkan
waktu sebaik mungkin dengan mengikuti kegiatan yang positif dan selalu berada
dijalan yang benar. Selain itu group sholawat ini memiliki visi memperkuat tali
persaudaraan antara pemuda dan pemudi. Tidak hanya pemuda dan pemudi warga
Plosokandang saja akan tetapi lembaga sholawat ini juga diikuti pemuda pemudi
dari berbagai daerah, contohnya dari desa Wonorejo, Bendiljati, Serut,
Tunggulsari, Tanjungsari, Sumberdadi, dan masih banyak lagi.
Lembaga ini disambut positif oleh
masyarakat, karena dinilai masyarakat membawa dampak positif bagi putra putri
dan lingkungan mereka. Para anggota lembaga ini tidak memandang usia, daerah,
dan faktor lainnya. Dari yang masih sekolah dasar bahkan yang sudah kuliah
mengikuti lembaga ini, bahkan bapak-bapak yang sudah berkeluargapun juga
mengikuti lembaga ini. Antusias para anggota sangatlah bagus sehingga
menjadikan tali silaturrahmi antara masyarakat semakin terjalin erat.
Seperti lembaga masyarakat lainnya
lembaga ini khususnya group sholawat An-Nisa’ul Jannah memiliki struktur
lembaga yaitu terdiri dari ketua, wakil ketua, bendahara, sekretaris, ketua
atau CO masing-masing bidang, dan anggota. Lembaga ini terbentuk tahun 2013,
awal terbentuknya lembaga ini adalah berawal dari ide salah satu pemudi desa
Plosokandang yang terinspirasi dari group sholawat putra Alfas Salam, karena
Alfas Salam terbentuk lebih dahulu sebelum An-Nisa’ul Jannah. Kemudia pemudi
itu meminta izin pengurus sholawat Alfas Salam yang juga sebagai nadzir mushola
Al-Ikhlas untuk membentuk sebuah group sholawat putri, dan pengurus itu menyambut
itikad baik itu dan mau menerima dan membentuk group sholawat putri. Awal
mulanya hanya para pemudi dari daerah Plosokandang yang mengikuti lembaga
tersebut dan itupun jumlahnya belum terlalu banyak, akan tetapi lambat laun
lembaga ini terdengar ditelinga para pemudi dari daerah lain sehingga banyak
yang datang untuk mengikuti lembaga tersebut. Hingga dipertengahan tahun 2013
telah terkumpul kurang lebih 30 anggota, dan disitulah mulai dibentuk nama
anggota, struktur lembaga, dan kegiatan lembaga juga terbentuk logo lembaga.
Telah disepakati bahwa group sholawat
putri tersebut dinamai dengan nama An-Nisa’ul Jannah yang artinya wanita
penghuni surga, dan nama itupun disepakati oleh semua anggota begitu juga oleh
pengurus mushola Al-Ikhlas. Kemudia dibentuk struktur lembaga yang bertahan sampai
sekarang yaitu Nofita pemudi desa Plosokandang seabagai Ketua, Rina Rohmayani
seabagai wakil ketua pemudi dari desa Bendiljati Kulon, Iin Khoiriyah pemudi
Sumberdadi sebagai sekretaris, dan Nur Jannah dari desa Kalidawir sebagai
bendahara. Dan disini saya sebagai Ketua atau CO bagian vokal, dan lainnya
sebagai anggota. Fasilitas yang dimilki group sholawat ini cukup dijamin oleh
pengurus lembaga yaitu disediakan peralatan tabuh seperti terbang, bas, chalty,
keplek dan lain sebagainya. Juga tersedia sound system yang cukup lengkap yaitu
mic dan sound yang bagus. Group sholawat ini juga telah memilki seragam baik
putra dan putri. Baik dari perlengkapan dan kebutuhan sudah dijamin oleh
pengurus lembaga.
Permulaan kegiatan lembaga ini
sangatlah sederhana yaitu setiap hari minggu pagi dan jumat sore semua anggota
datang ke markas yaitu di mushola Al-Ikhlas untuk melakukan latihan, ada dua
bagian yaitu ada yang terfokus latihan terbang (tabuhan rebana) dan ada juga
yang terfokus dalam vokal. Dari masing-masing bagian ada pelatihnya
sendiri-sendiri, disini pelatih diambil dari group sholawat putra yang sudah
ahli dalam bidangnya masing-masing. Latihan yang dijalani hingga semua anggota
mampu berdiri sendiri tanpa pendamping atau pelatih itu memakan waktu hamper
satu tahun. Setelah dikatakan mampu maka dibuatlah agenda kegiatan untuk group
sholawat putri ini. Pertama diadakan rutinan setiap dua minggu sekali dirumah
para anggota yang nanti akan digilir urutannya, dan latihan di markas akan
tetap ada setiap seminggu sekali. Memenuhi undangan dari berbagai acara seperti
walimah, aqiqah, hajatan dan lain sebagainya. Setiap satu bulan sekali
mengadakat kegiatan sosial seperti berkunjung ke panti asuhan, mengumpulkan
sumbangan, dan lain sebagainya. Ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang
diadakan oleh lingkungan. Dan ikut berpartisipasi sebagai panitia dalam
kegiatan yang diadakan oleh lembaga atau mushola Al-Ikhlas seperti acara isro’
mi’roj dan maulid Nabi. Mengisi acra dalam pengajian rutinan Umi Fairus yang
diadakan oleh mushola setiap jumat legi.
Dari tahun ketahun group sholawat ini
semakin dikenal oleh masyarakat dan semakin mendapat respon positif, bisa
dilihat dari antusias pemudi yang semakin banyak berdatangan untuk mengikuti
lembaga ini, dan semakin banyak undangan-undangan dari masyarakat yang memilki
hajat. Dan banyak pula masyarakat yang memberikan atau membelikan fasilitas
yang lembaga ini butuhkan seperti halnya ada yang membelikan tiga set terbang
(alat tabuh reabana), ada yang membelikan atau membuatkan seragam untuk lembaga
ini. Group sholawat An-Nisa’ul Jannah ini memberikan dampak positif bagi
anggotanya dan memberikan pengalaman-pengalaman baru yang menyenangkan dan yang
memberikan arti bagi bermasyarakat, beragama, bersaudara, dan berkeluarga.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar