Minggu, 11 September 2016

Tokoh Karismatik Desa Plosokandang



TOKOH-TOKOH KARISMATIK YANG ADA DI DESA PLOSOKANDANG


Sejarah berdirinya Desa Plosokandang berdasarkan penuturan nenek moyang Desa Plosokandang secara turun menurun dan Generasi ke Generasi tersebutlah nama Kyai Agung Taruna alias Singo Taruno yang memiliki rumah atau padepokan di Plosokandang kurang lebih tahun 1648. Kyai Singo Taruno merupakan sesepuh atau tokoh di Desa Plosokandang ini karena Kyai Singo Taruno adalah pembabat Desa Plosokandang. Kyai Singo Taruno merupakan salah satu murid dari Kyai Pacet yang tercantum pada sejarah babat Tulungagung. Kyai Singo Taruno tidak mempunyai anak dan meninggal dunia dimakamkan di Desa Plosokandang, dan makamnya masih ada sampai sekarang. 

Tokoh-tokoh lain yang merupakan tokoh Desa Plosokandang yang merupakan Kepala Desa Plosokandang diantaranya :
1.      Toredjo Sidi                ( 1872-1928 )
2.      Kadini                         ( 1929-1970 )
3.      Hadi Pranoto               ( 1970-1984 )
4.      Mudjito                       ( 1984-1994 )
5.      Albar Bandanuji          ( 1994-2007 )
6.      Sunari, SP                   ( 2007-Sekarang )

Mereka merupakan tokoh-tokoh penting dalam memajukan Desa Plosokandang ini, meskipun program berbeda tetapi memiliki tujuan yang sama yaitu memajukan Desa Plosokandang ini. Peraturan ataupun pengaturan selama mereka masih menjabat sebagai Kepala Desapun juga berbeda, akan tetapi masyarakat Desa tetap mematuhi apapun peraturan yang dibuat oleh Desa Plosokandang.

Desa Plosokandang Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung terletak pada dataran rendah dengan ketinggian dari permukaan laut kurang lebih 85 m yang memiliki batas-batas sebagai berikut :
1.      Sebelah Utara              : Desa Tunggulsari
2.      Sebelah Selatan           : Desa Tanjungsari / Desa Serut
3.      Sebelah Barat              : Kelurahan Jepun / Kelurahan Bago
4.      Sebelah Timur             : Desa Sumberdadi

Pada saat ini Desa Plosokandang telah dipimpin oleh Bapak Sunari, SP sebagai Kepala Desa Plosokandang. Peraturan yang dibuat Beliau beserta Instansi Desa tidak begitu membebankan masyarakat. Masyarakat menyukai kepemimpinan Bapak Sunari, SP ini sebagai bukti bisa dilihat kalau Bapak Sunari, SP ini sudah kedua kalinya menjabat sebagai Kepala Desa Plosokandang ini. 

Dalam menangani masalah yang ada Bapak Sunari, SP beserta Instansi Desa yang lainnya bekerja sama dengan masyarakat. Diadakannya musyawarah yang dihadiri para Instansi Desa dengan para masyarakat, musyawarah dilaksanakan sampai terbentuknya kata mufakat diantara semua pihak. Setelah ada kata mufakat baru diaplikasikan dalam permasalahan tersebut. Begitu yang disampaikan oleh Bapak Sunari, SP. Beliau juga berkata bahwa masyarakat Desa Plosokandang ini memiliki solidaritas yang amat erat, dibuktikan dengan apabila ada musyawarah Desa yang membahas permasalahan dari salah satu masyarakat, masyarakat lain berbondong-bondong untuk mengikuti musyawarah itu untuk membantu mencari jalan kluar permasalahan dari salah satu masyarakat tersebut. Tidak hanya membantu sebatas mencari jalan keluar saja tetapi masyarakat yang lain juga membantu berupa materil yaitu mengumpulkan uang untuk membantu meringankan beban apabila itu dibutuhkan, masyarakat juga membantu dengan tenaga mereka.

Salah satu contoh permasalahan yang ada adalah salah satu warga Desa Plosokandang ada kakek tua yang tidak memiliki istri, anak dan sanak saudara, kakek ini tinggal sebatangkara disebuah gubuk yang berukuran sangatlah kecil yang berukuran kurang lebih panjang 2 m dan lebar 2 m, itupun tanah yang didiami itu merupakan tanah milik orang lain. Kondisi fisik kakek tua itupun juga memprihatinkan, kakek itu sudah tidah bisa melihat, mata kakek itu sudah rabun karena usianya yang sudah lanjut. Melihat kondisi salah satu warga Desanya ini Bapak Sunari, SP beserta instansi Desa dan juga masyarakat Desa Plosokandang tergugah untuk membantu kakek ini. Para warga Desa juga para Instansi Desa berkumpul di Kantor Kepala Desa untuk membahas permasalahan ini, dalam musyawarah ini telah diputuskan bahwa kakek tua itu akan mendapat bantuan dari Desa juga dari masyarakat dan akan menjalani masa tuanya tanpa kesusahan lagi. Dan keesokan harinya para instansi desa juga para masyarakat berbondong-bondong menuju rumah kakek itu, Bapak Sunari, SP selaku menjadi Kepala Desa memberi pengertian dan memberi arahan kepada kakek itu, bahwa kakek itu bisa tinggal bersama salah satu warga dan warga beserta keluarganya menerima dan mau meolong kakek itu dengan senang hati tanpa ada paksaan. Dan warga tersebut juga menyanggupi untuk merawat juga menghidupi kakek itu, tetapi instansi Desa juga para warga masyarakat yang lain juga membantu dengan memberi makanan, pakaian, obat, dan uang. Awalnya kakek itu menolak untuk meninggalkan tempat tinggalnya itu, akan tetapi dengan kesabaran untuk memberi pengertian kakek itu akhirnya bapak Sunari, SP beserta Masyarakat bisa membujuk kakek itu untuk menerima keputusan dari kluarga besar Desa. Setelah itu kakek itu diantarkannya kerumah warga yang akan menjadi keluarga baru kakek itu, dan para warga lain bergotong royong untuk merobohkan dan membersihkan gubuk kakek itu karena tanah itu sudah diminta oleh yang memiliki tanah itu. Saat ini kakek itu sudah mengalami kemajuan yang sangat baik, kakek itu jadi lebih terawat dan kakek itu tidak lagi merasa kelaparan atau kesepian dan merasa sebatangkara lagi.

Itu tadi salah satu contoh permasalahan yang pernah ada, permasalahan yang banyak terjadi di Desa ini adalah seperti warga yang mengalami kehilangan, misalkan kehilangan KTP, SIM, ATM, Pasport dan lain-lain. Ada juga warga yang datang untuk melaporkan kemalingan, ada juga yang datang untuk membuat Akta kelahiran, surat domisili, surat keterangan tidak mampu, dan masih banyak lagi. Instansi Desapun membantu para warganya itu misalnya membuat surat keterangan kehilangan lalu menyalurkannya kepada pihak yang berwajib. Begitu yang dismpaikan oleh Kepala Desa Plosokandang yaitu Bapak Sunari, SP.

Salah satu tokoh atau sesepuh juga yang ada di Desa Plosokandang ini adalah KH Imam Mashuri, beliau dilahirkan pada tahun1918. Pada saat ini beliau masih sehat dan masih aktif dalam mengimami jamaah masjid, di usia 99 tahun ini yang hampir menginjak usia 1 abad ini beliau masih bisa membantu para warga Plosokandang dan warga dari Desa lain dalam permasalahannya masing-masing. Bapak KH Imam Mashuri semenjak usia 36 tahun telah menjadi muddin di Desa ini, beliau juga pernah memegang muslimat NU dan memegang jamaah lansia selama 12 tahun. Diusia 47 tahun beliau juga pernah memegang Thoriqoh Naqsabandiyah. Beliau dari dulu aktif dalam mengisi tausiyah di pengajian-pengajian, dan beliau juga banyak membantu warga yang memiliki permasalahan. Contoh dari permasalahan yang ada adalah menolong warga yang sedang sakit, misalkan sakit keras waraga itu meminta KH Imam Mashuri untuk mendoakan dan memberikan obat berupa air yang sudah didoakan. Menolong salah satu warga yang memiliki masalah dalam rumah tangganya atau rejekinya, KH Imam Mashuri menolong dengan memberi nasihat-nasihat juga memberikan amalan-amalan serta mendoakan warga tersebut. Menolong warga yang ingin melahirkan, yang ingin bekerja diluar Negeri atau luar Jawa dengan mendoakan dan memberi nasihat serta memberi amalan. Terdapat banyak juga warga biasa bahkan Kyaipun yang berdatangan untuk berguru kepada Beliau, KH Imam Mashuri pun memberi dan mengajarkan ilmu yang Beliau ketahui dan pelajari semasa hidupnya. Dan tanggapan para masyarakat atau warga yang pernah meminta bantuan responnya sangatlah baik. Banyak yang mengatakan kalau masalahnya bisa terselesaikan, dan banyak yang mengatakan bahwasanya warga cocok dengan pengobatan atau nasihat dari Bapak KH Imam Mashuri ini. Akan tetapi diusia yang sudah hampir 1 abad ini Bapak KH Imam Mashuri sudah tidak aktif lagi dalam kegiatan-kegiatannya itu lagi, saat ini Beliau hanya aktif dalam mengimami jamaah sholat dan beliau juga masih menerima warga yang datang kepadanya untuk membantu ataupun berguru. Pada saat ini seperti mengisi tausiyah ke majelis-majelis telah digantikan oleh anaknya. Dan Alhamdulillah diusia ke 99 tahun ini Bapak Imam Mashuri masih diberi kesehatan, bahkan beliau masih bisa menjalankan aktifitasnya, akan tetapi Bapak KH Imam Mashuri tidak dapat lagi melihat dikarenan mengalami rabun mata. Hampir seluruh warga Plosokandang dan sekitarnya mengenal sosok ini karena jasa dan pengalmannya semasa hidupnya, dan Beliau sangat disegani oleh semua orang.

Bapak Sunari, SP dan Bapak KH Imam Mashuri mereka adalah tokoh-tokoh yang kharismatik di Desa Plosokandang ini. Jasa dan pengalaman hidup mereka yang sangat memberi inspirasi kepada para pemuda. Wargapun menyegani dan menghormati mereka sebagai tokoh penting di Desa Plosokandang ini. Dan masih banyak lagi jasa-jasa mereka yang tidak dapat diungkapkan.

2 komentar:

  1. Peran Bapak Sunari dalam memperhatikan warganya yang sudah tua itu adalah pelaksanaan tugas sebagai kepala desa, apakah tepat jika disebut kharisma?

    Pada tokoh yang kedua, Anda belum menceritakan bagaimana kharismanya digunakan untuk menyelesaikan persoalan hukum sebagaimana dikonsepsikan oleh Max Weber.

    BalasHapus
  2. Penulisan informasi tentang sejarah desa seharusnya disertai keterangan sumber informasinya, misalnya kamu dengar dari penuturan siapa, bukan hanya dari nenek moyang.

    BalasHapus